Jumat, 27 Januari 2017

Apa yang kamu lakukan ketika kamu merindukan seseorang?
Menghubunginya?
Bertemu dengannya?
atau sekedar menyapanya?
Tapi bagaimanan bila orang yang kamu rindukan itu diantara kamu dan dia Terdapat tembok besar yang tinggi yang takbisa kamu capai apa yang harus dilakukan untuk mengobati rasa rindu itu?
Aku merasakan itu rasa rindu yang terdapat tembok besar yang menghalanginya dan aku hanya bisa diam memendamnya sampe rasa rindu itu hilang terkubur dengan rasa rindu yang lain.
Adakah cara dan obat yang ampuh untuk menghilangkan rasa itu?
Ataukah hanya dibutuhkan sebuah tekat dan keberanian yang kuat agar tembok Besar yang menghalangi itu dapat dihancurkan. 
Tapi apakah bila tembok itu hancur rasa rindu ini juga akan tersampaikan, karena rasa rindu yang tak sempatasnya dimiliki ini karena dia bukan siapa - Siapa dan akau hanyalah butiran masa lalu yang entah masih di ingatnya atau tidak. 
Hanya tulisan ini yang dapat aku buat dan menungkapakan hal ini tanpa pernah engkau tau bahwa aku di sini masih tetap menanti dan merindukanmu


Rabu, 25 Januari 2017



sumber gambar : Fiersa Besari (penulis)

Bila perasaan yang tidak diungkapkan sampai kapan pun perasaan itu tidak akan tersampaikan dan diketahui walaupun selalu dekat selalu bersama pasti bila salah satu tidak ada ada yang mengunkpakan perasaan dia tidak akan pernah tahu jawabannya. perasaan yang tidak diungkapkan akan hanya menjadi beban dan rahaisa. (Always)

jadi masikah anda akan memendam perasaan dan akan terus menunggu tanpa tahu perasaan dia?
karena lebih baik memberi tahu dan bertindak walaupun menyakitkan daripada hanya diam saja dan menunggu karena hal tersebut lebih menderita karena menyimpan perasaan itu hanya akan membuat
beban bagi perasaaan dan pikiran.
lebih baik mengatakannya dan bertindak agar kita lega dan bisa tahu pada akhirnya kita harus melakukan apa berhenti berharap, terus berharap, tetap menunggu atau akhirnya bersama.

Jumat, 06 Januari 2017

Teman atau Pacar

Sakit ga sih kalau diantara teman – teman lu, Cuma lu yang jomblo hmmm yah begitulah rasanya susah diungkapkan dengan kata – kata tapi pake gambar juga ga bisa serba salah yah ni perasaan, yah sekarang gua lagi diposisi itu merasa seorang yang paling jomblo padahal yang jomblo banyak (peace buat para jomblo) kalau lagi ngumpul sama mereka gua merasa Cuma dijadiin tempat buat mereka cerita tentang pacar mereka dan tempat curhat kalau mereka lagi berantem sama pacarnya yah jomblo mah gitu Cuma bisa dengerin curhatan orang yang pacaran terus gua yang jomblo curhat ama siapa ? ama tembok? Apa patung? Kalau yang lagi dicurhatin malah curhat balik tentang cowonya sedih yah jomblooo.
Kalau gua punya pacar juga belum tentu gua bahagia iya kalau gua dapat pacarnya yang baik ama soleh terus ganteng nah ini nanti dapet cowonya yang ga banget dah bukannya seneng malah sakit hati nanti, tuh kan salah lagi, terus gua harus ngapain dong,?? Harus terus jadi pendengar setia teman gua curhat tentang pacar mereka atau gua harus punya pacar terus gua curhat juga ke mereka tentang cowo gua? Hmm kayanya pilihan kedua lebih menarik, ini gua ngomong apa sih?
Sebenernya gua Cuma pengen cerita jadi temen yang suka dengerin curhatan orang pacaran kadang ga enak loh soalnya udah jomblo diceritain tentang cerita pacaran yang lagi anget – angetnya soalnya baru jadian yang jalan ke manalah nonton film ini lah yang dia tiba – tiba dikasih surpriselah. Kan tu jomblo Cuma bisa dengerin ama bayangin doang tapi kenyataanya (ga tega ngomongnya), jadi hal itu kaya lu Cuma dilihatin barang atau dikirimin foto makanan terus diceritain betapa enaknya makanan itu tapi lu ga dikasih Cuma bisa ngeliatin doang yah seperti itulah rasanya ( ga ngerti yah maaf).
Terus giliran gua mau main mereka yang biasanya mereka langsung bilang “Iya” tapi setelah mereka punya pacar gua ajakin atau gua mau ketemu mereka, mereka bilang “sorry yah gua udah janji ama pacar gua” dan gua Cuma bisa bilang “oh gitu oke have fun yah sama cowo lu haha” kangen sih sama masa – masa dulu saat kalian belum punya pacar yang setiap hari sabtu itu pasti hari kita ketemu tanpa harus ada janjian dulu tapi setelah ada pacar kalian semua berubah, sebenernya gua seneng kalian bisa ketemu seorang yang kalian anggap baik dan bisa mengerti kalian gua ga iri ko sumpah Cuma yah kalian juga ngertilah disini ada temen kalian loh yang juga butuh kalian kalau dia lagi sedih atau senneg Cuma buat temen cerita doang ko, tapi kalau gua lagi cerita ke kalian tiba – tiba kalian langsung mengalihkan pembicaraan untuk cerita tentang kalian tadi ngapain sama pacar kalian dan sedihnya kalian karena ga dikabarin cowo kalian. Dan gua seorang jomblo disini Cuma bisa dengerin kalian dan Cuma bisa bilang “ sabar aja mungkin cowo kalian lagi sibuk” dan cerita gua untuk curhat terabaikan. Yah gua ngerasa ga apa – apa ko mungkin memang cerita gua ga penting dan mereka khawatir juga sama cowo mereka yang ga ada kabar.
Tapi satu sisi gua juga sering iri sih kalian bisa khawatir segitunya saat ga ada kabar dari cowo kalian yang kalian baru pacaran cuama 6 bulan atau baru 3 minggu kalian panic sedangkan kalau kalian ga ada kabar dari gua yah biasa aja (yah emang gua siapa) tapi kalian ga mau tahu apa kabar teman lama kalian yang kalian udah kenal 8 tahun ini, yang udah lama ga ketemu sama kalian  yang udah ga pernah denger cerita dia. Gimana kalau tiba – tiba temen kalian ini ga ada kabar dan udah ga mau dengerin cerita kalian pasti kalian bakal bilang “dia egois masa dia ga mau dengerin cerita kita” “ mungkin dia iri karena dia ga punya pacar”   atau “ ko dia tiba – tiba ngejauh sih emang kita salah apa? Baper banget sih tu orang?” nah kalau udah kejadian seperti gimana? Gua lagi yang salah.
Jangan salahkan gua kalau akhirnya nanti gua ga mau denger cerita kalian lagi dan gua tiba – tiba menghilang atau ternyata gua menemukan oran yang mengerti gua dan terserah prespsi apa yang akan kalian timbulkan dan cap apa yang akan kalian berikan kepada gua. Satu hal lagi setiap orang berhak berubah begitupula gua kalau gua udah bosen mendengar maka gua akan berubah seorang yang akan lebih banyak bicara karena bila menjadi pendengar hanya bisa diam dan tidak bisa bicara apapun tapi mungkin bila gua berubah menjadi pembicara kalian akan mendengar ucapan saya yang awalnya kalian anggap tidak penting.

Dan bila tiba – tiba saya menghilang jangan pernah salahkan saya atau cap saya tidak setia kawan atau baper intropeksilah diri kalian terlebih dahulu, saya berusaha untuk ada disetiap kalian butuh dengan tetap diam walaupun rasanya ingin bicara banyak dan jangan salahkan saya ketika saya menemukan orang yang saya anggap tepat dan saya lebih memillih menghabisakn waktu saya dengan dia dan jangan pernah bilang “ oh ternyata dia lebih milih dia daripada kita” pikir terlebih dahulu apa yang menyebabkan saya memilih dia daripada kalian.